TCP/IP atau singkatan dari Transmission Control Protocol/ Internet Protocol diperkenalkan oleh Defense Advanced Research Projects Agency (DARPA) pada tahun 1969.

Internet Protocol (IP)
Protokol mewajibkan bagi semua komputer yang terhubung harus memiliki alamat yang
unik yang disebut IP Address. Tugas protokol IP melakukan pengiriman ke alamat tujuan (IP Address tujuan) tanpa terlebih dahulu memberitahukan pada komputer yang dituju. Protokol ini tidak memberikan jaminan apakah packet yang dikirim akan sampai ke tujuan atau tidak. Masalah keberhasilan pengiriman packet ditentukan oleh lapisan yang berada di atasnya yakni TCP dan UDP.
Pengalamatan IP
Komunikasi dengan protokol TCP/IP membutuhkan alamat IP (IP Address) yang unik
pada setiap komputer/perangkat komunikasi data. IP Address yang umum digunakan saat ini merupakan IP Address versi 4 (IPv4) yang terdiri atas 32 bit. IP Address versi 6
(IPv6) yang terdiri atas 128 bit sampai saat ini masih belum banyak diimplementasikan. 32 bit IP Address dibagi menjadi 4 bagian dengan masing-masing bagian terdiri atas 8
bit. Dengan kata lain IP Address memiliki 4 angka desimal dengan nilai 0 sampai 255,
misalnya : 192.168.2.1, 10.20.40.50, 172.16.250.1 dan seterusnya. Jadi formatnya : nnn.nnn.nnn.nnn
IP Address terdiri atas 3 class:

Atau dalam bentuk decimal:
Class A : xxx.nnn.nnn.nnn –> xxx=1 s/d 126
Jumlah jaringan maksimal : 126, host perjaringan : 16.7.777.214
Class B : xxx.yyy.nnn.nnn –> xxx=128 s/d 191, yyy=0 s/d 255
Jumlah jaringan maksimal : 16384, host perjaringan : 65.534
Class C : xxx.yyy.zzz.nnn –> xxx=192 s/d 223, yyy=0 s/d 255, zzz=0 s/d 255
Jumlah jaringan maksimal : 2.097.152, host perjaringan : 254
Catatan : nnn = jumlah host
Untuk memisahkan antara Network-Id dengan Host-Id diperlukan netmask. Bagian
Network-Id menggunakan bit-bit 1 dan bagian Host-id dengan bit-bit 0.
Contoh :
Class A : IP Address : 1.1.1.1, Netmask : 255.0.0.0
Class B : IP Address : 172.1.1.1, Netmask : 255.255.0.0
Class C : IP Address : 192.168.1.1 Netmask : 255.255.255.0
Network-Id 192.168.1.0 dengan netmask 255.255.255.0 memiliki 254 host dengan
pembagian sebagai berikut :
Network-Id : 192.168.1.0
Nomor IP pertama : 192.168.1.1
Nomor IP kedua : 192.168.1.2
: dst…
Nomor IP terakhir : 192.168.1.254
Nomor IP broadcast : 192.168.1.255
Mudahnya, untuk mengetahui jumlah host cukup lakukan pengurangan angka 256 dengan netmask host-id dikurang 2, berkaitan dengan masalah di atas maka jumlah host=256-0-2=254 host. Angka 2 diperoleh dari IP network-id dan IP broadcast yang tidak dihitung sebagai host.
Pembagian Jaringan
Dengan mengutak-atik netmask kita dapat membagi suatu jaringan menjadi jaringan-jaringan yang lebih kecil dengan cara mengubah nilai netmask host-id. Nilai ini sudah ditetapkan yakni 0, 128, 192, 224, 240, 248, 252, 254, 255, nilai ini diperoleh dari nilai biner.
00000000 = 0
10000000 = 128
11000000 = 192
11100000 = 224
11110000 = 240
11111000 = 248
11111100 = 252
11111110 = 254
11111111 = 255
Misalnya jaringan 192.168.1.0 mask 255.255.255.0 akan dibagi menjadi 2 network yang
sama jumlah hostnya maka mask yang 255.255.255.0 diubah menjadi 255.255.255.128.
Sehingga jaringannya menjadi:
– 192.168.1.0 mask 255.255.255.128
– 192.168.1.128 mask 255.255.255.128
Dengan jumlah host masing-masing jaringan adalah 256-128-2=126 host.
Untuk jaringan 192.168.1.0 diperoleh:
192.168.1.0 – network-id
192.169.1.1 – IP pertama
: dst…
192.168.1.126 – IP terakhir
192.168.1.127 – IP broadcast
Untuk jaringan 192.168.1.128 diperoleh:
192.168.1.128 – network-id
192.169.1.129 – IP pertama
: dst…
192.168.1.254 – IP terakhir
192.168.1.255 – IP broadcast
Pembagian menjadi jaringan yang lebih kecil lagi dapat dilakukan dengan cara yang sama yakni dengan mengubah mask host-id.
Catatan: Jaringan 127.0.0.0 tidak digunakan sebagai IP Address, karena sudah
dialokasikan sebagai loopback address. Misalnya, IP 127.0.0.1 digunakan sebagai IP
local perangkat atau sering juga disebut sebagai localhost.
TCP dan UDP
TCP dan UDP adalah protokol pengiriman data pada jaringan IP. TCP (Transfer Control
Protocol) adalah protocol yang menjamin data yang di kirim sampai ke tujuan dengan
utuh (reliable). Sebelum berkomunikasi harus terjadi hubungan komunikasi secara
virtual, itu sebabnya protocol TCP disebut protocol yang connection oriented. Protocol
TCP akan melakukan permintaan ulang data yang rusak dan TCP pengirim akan mengirim kembali data yang diminta. Contoh aplikasi yang menggunakan protocol ini seperti aplikasi online perbankan.
Sedangkan UDP (User Datagram Protocol) adalah protocol yang tidak memerlukan
hubungan dengan host lain. Aplikasi yang menggunakan protocol UDP terus-menerus
melakukan pengiriman data tanpa perlu menguji apakah data yang dikirim diterima atau
tidak dan benar atau tidak. Contoh aplikasi yang menggunakan protocol ini seperti VoIP
(Voice over IP), Audio Streaming, Video Streaming.