Dalam satu jaringan yang sama setiap komputer akan terhubung dengan komputer lainnya, setiap packet yang dikirim akan diterima dengan cepat dan mudah. Berbeda bila masing-masing komputer memiliki jaringan yang berbeda, misalnya dalam 1 kantor, jaringan untuk bagian SDM dipisah dengan jaringan bagian Keuangan, maka secara otomatis kedua jaringan tidak dapat berkomunikasi.
Agar dapat melakukan komunikasi antar jaringan yang berbeda dibutuhkan peralatan
yang disebut router. Router dapat berupa komputer yang dikonfigurasi sebagai router,
ataupun perangkat yang didesain khusus untuk router, misalnya dari Cisco, Adtran,
Juniper, Maipu dll.

Gambar 1. Contoh konfigurasi jaringan berbeda
Permasalahan pada gambar di atas adalah network LAN 1 yang berada pada bagian kiri dengan blok IP 192.168.10.0 tidak dapat berkomunikasi dengan network LAN 2 yang berada di sebelah kanan dengan blok IP 192.168.20.0. Untuk menghubungkan keduanya dibutuhkan router yang berfungsi untuk me-routing packet dari network LAN 1 ke LAN 2 dan sebaliknya.
Berikut konfigurasi untuk router dengan jenis sistem operasi Windows, Linux dan router
Cisco.
Windows:
Router 1 : route add 192.168.2.0 mask 255.255.255.0 10.10.10.2
Router 2 : route add 192.168.1.0 mask 255.255.255.0 10.10.10.1
Linux:
Router 1 : route -add 192.168.2.0 netmask 255.255.255.0 10.10.10.2
Router 2 : route -add 192.168.1.0 netmask 255.255.255.0 10.10.10.1
Cisco:
Router 1 : ip route 192.168.2.0 255.255.255.0 10.10.10.2
Router 2 : ip route 192.168.1.0 255.255.255.0 10.10.10.1
Gambar jaringan yang dilengkapi dengan konfigurasi router dapat dilihat pada gambar berikut :

Gambar 2. Jaringan dan konfigurasi router
Untuk melihat table routing pada WindowsXP, dari command prompt berikan perintah
route print, Linux dengan perintah route –n dan router Cisco dengan show ip route.

Gambar 3. Contoh tampilan perintah route print