Konsep Perancangan Input
Perancangan input merupakan perancangan masukkan data atau lebih dikenal dengan sebutan form input (kotak masukkan). Rancangan Input merupakan jembatan yang menghubungkan perangkat lunak dengan user dan tergantung apakah sistem tersebut Online / Batch.
Perancangan input juga merupakan awal dimulainya proses informasi. Bahan mentah dari informasi adalah data yang terjadi dari transaksi-transaksi yang dilakukan oleh organisasi. Formulir adalah perangkat penting untuk mengendalikan aliran kerja dan digunakan untuk menangkap (capture) data yang terjadi atau sering juga disebut Dokumen Dasar.
Perancangan input adalah konversi data mentah menjadi output. Kegiatan yang dilakukan dalam perancangan input seperti mengup-date database, menggabungkan database, memasukan dan mengolah olah data langsung serta membuat dialog dengan sistem.
Tujuan dari rancangan input adalah sebagai berikut :
- Mengontrol jumlah data input. Dimana proses penyiapan dan pemasukkan data sangat tergantung pada manusia, dengan mengurangi kuantitas kebutuhan data, maka akan mengurangi biaya.
- Menghindari kesalahan data. Dimana kesalahan data, dapat dikurangi dengan rancangan input yang baik, dengan teknik validasi (program komputer)
- Menghindari keterlambatan proses. Dimana keterlambatan proses biasanya disebabkan oleh pemasukkan data yang bersifat menunggu (BOTTLE NECK), kita harus menghindarinya.
- Merancang pengolahan yang sederhana. Dimana rancangan sistem yang baik, harus sesuai dengan orang yang mengoperasikannya dan mudah dipahami (USER FRIENDLY) tanpa melupakan aspek kontroling data.
- Menentukan kebutuhan input sistem baru. Dimana bentuk input yang akan dirancang dapat ditentukan dari data flow diagram (DFD) sistem baru yang telah dibuat dengan melihat dataflow yang terjadi dari satu proses ke proses lainnya.
- Menentukan parameter dokumen input, setelah bentuk output dirancang, maka selanjutnya menentukkan PARAMETER dari dokumen INPUT tersebut, (Fungsi, Sumber, Tujuan, Frekwensi, Kondisi, Media & Bentuk)
Media Input
- Formulir Kertas
Dokumen sumber yang membutuhkan pengisian dengan metode tulisan tangan atau pengetikan. Perancangan formulir kertas melibatkan
- Pemilihan kertas yang tepat – Ukuran
- Manifolding – Zoning
- Penyiapan instruksi
- Pembuatan kapsion dan penggambaran field data
- Pemberian spasi
- Pemberian sekuens
- Formulir Elektronik
Rancangan layar entri data yang merefleksikan dokumen sumber. Komponen yang digunakan adalah sebagai berikut :
- Zoning
- Instruksi
- Garis, kotak dan kapsion
- Indikator field data
- Urutan pedoman perancangan Perancangan formulir elektronik
- Rancangan field data
- Pengaturan kapsion dan field data
- Rancangan pesan pada layar
- Perangkat entri langsung
Perangkat yang dapat digunakan untuk memasukkan data secara langsung, antara lain
- Magnetic Ink Character Recognition (MICR)
- Optical Character Recognition (OCR)
- Digitizer
- Image scanner
- Perangkat Teller Machines (ATM)
- Mouse
- Voice recognition
- Kode
Kode digunakan untuk :
- Meringkas input data
- Mengklasifikasi dan mengidentifikasi item data
- Mengambil atau memilih item data tertentu
- Memperbolehkan satu atau lebih arah tindakan untuk terjadi menurut nilai yang disimpan dalam field kode
Yang termasuk struktur kode adalah
- Sekuens
- Blok
- Grup
- Kode spesial (kode bar & kode warna)
- Menu
Menu dibedakan atas menu basis teks dan visual. Jenis menu visual adalah menu pull-down, nested, shingled, tiled, icon, sentuh, isyarat dan suara.
- Bahasa natural
Memungkinkan sistem komputer mengerti bahasa manusia. Bahasa natural berupa dialog percakapan dan antarmuka database.